Topics :
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Energi Alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Energi Alternatif. Tampilkan semua postingan
09.39
Freeport Pastikan Tutup Tambang Terbuka Terbesar di Dunia
Written By Purbaya Group on Kamis, 23 Mei 2013 | 09.39
JAKARTA, KOMPAS.com — Manajemen Freeport memastikan
mulai 2016 Freeport Indonesia akan menutup tambang emas terbuka
Grasberg Papua, yang sejauh ini menjadi tambang emas terbuka terbesar
di Indonesia dan bahkan di dunia.
Sebagai gantinya, Freeport
Indonesia akan mengoperasikan dan mengeksploitasi bijih emas di tambang
bawah tanah Grasberg. Tambang tersebut akan beroperasi pada 2016
mendatang.
Tambang bawah tanah Grasberg ini akan menjadi tambang
bawah tanah terbesar di dunia dengan produksi 200.000 ton material per
hari. Hingga akhir 2010 lalu, Freeport Indonesia memproduksi 235.000
ton bijih emas per hari dengan proyeksi emas 1,7 juta ons.
"Meski
ini tambang bawah tanah, kami sudah memiliki rekam jejak yang bagus.
Saya tetap yakin keselamatan kerja akan kami utamakan," ujar CEO
Freeport McMoRan Copper Gold Inc, Richard C Adkerson, Kamis (23/5/2013).
Dia
menambahkan, meskipun terjadi kecelakaan di pusat pelatihan di tambang
emas Freeport Papua, perseroan tetap akan berinvestasi dan beroperasi di
Indonesia. Untuk itu, perseroan akan tetap bertanggung jawab terhadap
apa yang terjadi di tambang emas Gossan tersebut.
"Saya yakin
tentang keselamatan kerja di tambang tersebut. Untuk di tahun 2016, kami
yakin akan tetap beroperasi di Indonesia dengan baik," katanya.
| |
| Aktivitas tambang terbuka Grasberg, PT Freeport Indonesia di Papua, Sabtu (12/5/2012). Tambang terbuka Grasberg (kawasan puncak) yang menjadi andalan selama ini akan ditutup pada 2016, potensi yang mulai ditambang dari deposito bawah tanah masih akan berproduksi hingga 2041. Tahun 2041 adalah masa berakhirnya seluruh kontrak (dan masa perpanjangan) Freeport di kawasan ini. |
Label:
berita,
ekonomi,
Energi Alternatif
09.02
Stockport, KompasOtomotif – Pick up Ford P100 melaju kencang 104,8 kpj di bandara Woodford Airfield, Stockport, Inggris, Minggu (24/2) lalu. Sepintas tidak ada yang aneh, tapi setelah tahu kalau mobil itu melaju dengan bahan bakar kopi, tanda tanya pun mulai memenuhi kepala semua orang yang berada di sekitarnya.
Mobil itu dikendarai Martin Bacon, dan dia punya julukan untuk mobilnya, The Bean Machine, alias mesin penggiling biji kopi. Dengan aksi itu, Bacon dan mobilnya diberi penghargaan Guinness Book of Record, mobil paling cepat di dunia dengan bahan bakar kopi.
Tapi jangan berpikir mobil ini nenggak kopi cair seperti di warung kopi. Bacon menjelaskan bahwa dirinya sudah memodifikasi mobil dengan menambahkan mesin untuk mengubah zat padat menjadi gas bertekanan tinggi, namanya gasifikasi.
Limbah pengolahan kopi dalam bentuk sekam dikumpulkan dan diproses sehingga menjadi butiran-butiran kecil (pellet). Inilah yang kemudian dipanaskan dalam api arang, yang kemudian terurai menjadi karbon monoksida dan hidrogen. Gas ini lantas didinginkan dan disaring, sebelum hidrogennya dibakar dalam mesin.
”Mobil ini bisa berjalan 88 km dengan membawa 9,9 kg olahan limbah kopi. Biayanya sangat murah, hanya butuh untuk mendapatkan limbah kopi seharga 2,5 dollar AS (cuma Rp 23 ribuan)! Tak perlu biaya ratusan dollar,” ujar Bacon.
Tapi tentu saja mobil ini tidak diciptakan Bacon untuk keperluan sehari-hari. Ini adalah proyek besar perusahaan kopi The Co-Operative untuk merayakan 10 tahun menjual kopi Fairtrade. Tapi, ini bukan yang pertama kali. Pada 2010, tim BBC1 dari Inggris sudah melakukannya menggunakan VW Scirroco 1998 dan menjuluki mobilnya Car-pucciono.
Mobil Minum Kopi, Bukan Bensin!
Written By Purbaya Group on Jumat, 01 Maret 2013 | 09.02
Stockport, KompasOtomotif – Pick up Ford P100 melaju kencang 104,8 kpj di bandara Woodford Airfield, Stockport, Inggris, Minggu (24/2) lalu. Sepintas tidak ada yang aneh, tapi setelah tahu kalau mobil itu melaju dengan bahan bakar kopi, tanda tanya pun mulai memenuhi kepala semua orang yang berada di sekitarnya.
Mobil itu dikendarai Martin Bacon, dan dia punya julukan untuk mobilnya, The Bean Machine, alias mesin penggiling biji kopi. Dengan aksi itu, Bacon dan mobilnya diberi penghargaan Guinness Book of Record, mobil paling cepat di dunia dengan bahan bakar kopi.
Tapi jangan berpikir mobil ini nenggak kopi cair seperti di warung kopi. Bacon menjelaskan bahwa dirinya sudah memodifikasi mobil dengan menambahkan mesin untuk mengubah zat padat menjadi gas bertekanan tinggi, namanya gasifikasi.
Limbah pengolahan kopi dalam bentuk sekam dikumpulkan dan diproses sehingga menjadi butiran-butiran kecil (pellet). Inilah yang kemudian dipanaskan dalam api arang, yang kemudian terurai menjadi karbon monoksida dan hidrogen. Gas ini lantas didinginkan dan disaring, sebelum hidrogennya dibakar dalam mesin.
”Mobil ini bisa berjalan 88 km dengan membawa 9,9 kg olahan limbah kopi. Biayanya sangat murah, hanya butuh untuk mendapatkan limbah kopi seharga 2,5 dollar AS (cuma Rp 23 ribuan)! Tak perlu biaya ratusan dollar,” ujar Bacon.
Tapi tentu saja mobil ini tidak diciptakan Bacon untuk keperluan sehari-hari. Ini adalah proyek besar perusahaan kopi The Co-Operative untuk merayakan 10 tahun menjual kopi Fairtrade. Tapi, ini bukan yang pertama kali. Pada 2010, tim BBC1 dari Inggris sudah melakukannya menggunakan VW Scirroco 1998 dan menjuluki mobilnya Car-pucciono.
Label:
berita,
Energi Alternatif,
Inspirasi
09.44
Tucuxi dan Diaspora Indonesia
Written By Purbaya Group on Senin, 11 Februari 2013 | 09.44
KOMPAS.com - Bulan Juli 2012, Duta Besar Republik
Indonesia di Amerika Serikat, Dino Patti Djalal menggagas pertemuan
bersejarah di Los Angeles. Mengapa bersejarah? Karena pertemuan itu
dapat dikatakan sebagai pertemuan pertama dan terbesar yang dihadiri
oleh para diaspora Indonesia di berbagai negara. Antara lain, warga
Indonesia di Qatar, Peru, Jerman, Korea Selatan, khususnya mereka yang
bermukim di daratan Amerika Serikat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan pembukaan pertemuan akbar tersebut melalui rekaman video, disaksikan oleh 1000 undangan yang memadati gedung Los Angeles Convention Center.
Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono dan Duta Besar Dino Patti Djalal menyebutkan betapa tinggi potensi diaspora Indonesia yang bermukim di luar negeri. Menurut Dino Patti Djalal definisi diaspora adalah mereka yang bermukim di luar negeri, termasuk warga negara asing yang memiliki ikatan keluarga dengan Indonesia. Warga negara asing yang mencintai Indonesia pun dapat dianggap sebagai diaspora Indonesia. Meski sementara ini, perhatian utama dari diaspora Indonesia adalah mereka yang memiliki paspor Indonesia.
Dubes Dino memprediksi terdapat 10 juta diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Angka ini sangatlah besar bahkan hampir menyamai jumlah populasi penduduk di Swedia atau Austria. Secara kualitas, diaspora Indonesia pun bukan diaspora “asal-asalan”. Warga negara Indonesia di Amerika Serikat memiliki pendapatan rata-rata sebesar 59.000 dollar AS setiap tahunnya. Jauh lebih besar dibandingkan warga Amerika Serikat yang pendapatan rata-ratanya sebesar 45.000 dollar AS per tahun.
Di samping itu, 48 persen warga diaspora Indonesia di Amerika Serikat memiliki kualitas akademik di atas sarjana. Sementara, rata-rata penduduk Amerika Serikat yang memiliki kualitas akademik serupa, jumlahnya hanya 27 persen. Tidak hanya di Amerika Serikat, diyakini lebih banyak lagi warga diaspora Indonesia unggul lainnya tersebar di seluruh dunia seperti ilmuwan Indonesia yang tergabung di Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).
Diaspora Indonesia, menurut Dino Patti Djalal, setiap tahun mengirimkan devisa ke Indonesia hingga mencapai 7 miliar dollar AS atau hampir Rp 70 triliun. Angka yang sangat besar karena nyaris menyamai jumlah dana otonomi khusus pada APBN-P 2012 yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Tawaran pemerintah
Menyadari betapa besar dan strategisnya potensi diaspora Indonesia, Presiden Yudhoyono secara langsung mengajak para perantau ini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam pembangunan nasional. Presiden juga memberikan perhatian khusus kepada diaspora Indonesia. Sebagai contoh, Presiden telah memerintahkan untuk membentuk Desk Diaspora Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri RI.
Tidak hanya itu, Presiden juga memerintahkan Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menyusun regulasi visa khusus bagi diaspora Indonesia yang telah berganti kewarganegaraan. Apapun dilakukan untuk menarik diaspora Indonesia untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkan potensinya untuk pembangunan Indonesia.
Pernyataan Presiden ini mendapat sambutan baik dari warga diaspora yang hadir dalam pertemuan tersebut. Termasuk delegasi Dewan Perwakilan Rakyat yang turut hadir pada acara tersebut. Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso menyambut aspirasi ribuan diaspora Indonesia yang hadir dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi mereka di Senayan.
Di tingkat kementerian, Menteri BUMN, Dahlan Iskan turut mengajak salah satu diaspora Indonesia, Dr. Danet Suryatama, lulusan Universitas Michigan, Amerika Serikat yang berprestasi di kancah internasional untuk bergabung dalam kelompok “Putra Petir”. Sebuah inisiasi untuk mengembangkan inovasi mobil listrik. Karirnya di bidang otomotif sangat cemerlang di bawah bendera Chrysler dan Mitsubishi. Danet dapat dikatakan satu dari banyak diaspora yang kembali ke Indonesia dan mengembangkan keilmuannya di dalam negeri.
Pelajaran penting
Pemberitaan mengenai Danet Suryatama dan Dahlan Iskan terkait proyek mobil listrik Tucuxi patut menjadi perhatian bagi para diaspora. Hubungan manis yang berbuah produktif berupa mobil listrik buatan lokal pun berakhir pahit dengan kecelakaan yang dialami Dahlan ketika melakukan test drive di Magetan.
Danet, seperti dikutip dari berbagai berita, sangat kecewa kepada Dahlan Iskan karena dianggap telah melanggar perjanjian dalam hal hak kekayaan intelektual mobil listrik Tuxuci ini. Mobil listrik yang diproduksi oleh Danet dan timnya di Elektrikcar, dinilai telah “dioprek” oleh pihak lain secara sengaja tanpa sepengetahuan dan izinnya.
Menurut Danet, kecelakaan yang terjadi yang diduga karena perubahan spesifikasi setelah “dioprek” sehingga Danet menyatakan tidak bertanggung jawab karena adanya perubahan spesifikasi antara mobil listrik yang diproduksi Danet dengan mobil listrik yang telah “dioprek” di tempat lain tanpa izinnya.
Bagaimana reaksi Dahlan Iskan? Seperti biasa, Dahlan tidak menanggapi serius tudingan itu dan memilih untuk terus menguji mobil mewah seharga Rp 1,5 miliar ini. Walau pada akhirnya mobil itu rusak dan tidak bisa dipakai kembali sedangkan Danet sendiri saat ini memilih untuk kembali ke Amerika Serikat.
Jika kekecewaan Danet tidak diselesaikan dengan baik, dapat berimplikasi pada menguatnya pesimisme diaspora Indonesia terhadap pemerintah Indonesia yang selama ini mereka rasakan. Benarkah pemerintah Indonesia satu suara dan all out untuk mengajak diaspora Indonesia mengembangkan potensinya di dalam negeri?
Sebenarnya ada solusi lain, yaitu inisiasi swasta untuk menggandeng diaspora ini tanpa campur tangan pemerintah. Hal ini dilakukan oleh salah satu konglomerat Indonesia, Chairul Tanjung pada saat bertemu dengan para profesional Indonesia di Silicon Valley beberapa hari setelah Kongres Diaspora di Los Angeles. Chairul menantang para profesional itu untuk menyampaikan ide-ide brilian dan jika benar berpotensi, ajakan kerja sama pun akan diberikannya.
Apapun itu, fenomena diaspora Indonesia ini sebaiknya tidak mutlak difokuskan pada kesiapan para perantau untuk mengembangkan kapasitasnya di dalam negeri saja. Tapi juga kesiapan publik Indonesia di dalam negeri dalam menerima kembali diaspora untuk pulang kampung dan beraktivitas di dalam negeri yang pastinya memiliki kultur dan budaya berbeda dengan negara tempat para diaspora beraktivitas. (Willy Sakareza)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan pembukaan pertemuan akbar tersebut melalui rekaman video, disaksikan oleh 1000 undangan yang memadati gedung Los Angeles Convention Center.
Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono dan Duta Besar Dino Patti Djalal menyebutkan betapa tinggi potensi diaspora Indonesia yang bermukim di luar negeri. Menurut Dino Patti Djalal definisi diaspora adalah mereka yang bermukim di luar negeri, termasuk warga negara asing yang memiliki ikatan keluarga dengan Indonesia. Warga negara asing yang mencintai Indonesia pun dapat dianggap sebagai diaspora Indonesia. Meski sementara ini, perhatian utama dari diaspora Indonesia adalah mereka yang memiliki paspor Indonesia.
Dubes Dino memprediksi terdapat 10 juta diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Angka ini sangatlah besar bahkan hampir menyamai jumlah populasi penduduk di Swedia atau Austria. Secara kualitas, diaspora Indonesia pun bukan diaspora “asal-asalan”. Warga negara Indonesia di Amerika Serikat memiliki pendapatan rata-rata sebesar 59.000 dollar AS setiap tahunnya. Jauh lebih besar dibandingkan warga Amerika Serikat yang pendapatan rata-ratanya sebesar 45.000 dollar AS per tahun.
Di samping itu, 48 persen warga diaspora Indonesia di Amerika Serikat memiliki kualitas akademik di atas sarjana. Sementara, rata-rata penduduk Amerika Serikat yang memiliki kualitas akademik serupa, jumlahnya hanya 27 persen. Tidak hanya di Amerika Serikat, diyakini lebih banyak lagi warga diaspora Indonesia unggul lainnya tersebar di seluruh dunia seperti ilmuwan Indonesia yang tergabung di Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).
Diaspora Indonesia, menurut Dino Patti Djalal, setiap tahun mengirimkan devisa ke Indonesia hingga mencapai 7 miliar dollar AS atau hampir Rp 70 triliun. Angka yang sangat besar karena nyaris menyamai jumlah dana otonomi khusus pada APBN-P 2012 yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Tawaran pemerintah
Menyadari betapa besar dan strategisnya potensi diaspora Indonesia, Presiden Yudhoyono secara langsung mengajak para perantau ini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam pembangunan nasional. Presiden juga memberikan perhatian khusus kepada diaspora Indonesia. Sebagai contoh, Presiden telah memerintahkan untuk membentuk Desk Diaspora Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri RI.
Tidak hanya itu, Presiden juga memerintahkan Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menyusun regulasi visa khusus bagi diaspora Indonesia yang telah berganti kewarganegaraan. Apapun dilakukan untuk menarik diaspora Indonesia untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkan potensinya untuk pembangunan Indonesia.
Pernyataan Presiden ini mendapat sambutan baik dari warga diaspora yang hadir dalam pertemuan tersebut. Termasuk delegasi Dewan Perwakilan Rakyat yang turut hadir pada acara tersebut. Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso menyambut aspirasi ribuan diaspora Indonesia yang hadir dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi mereka di Senayan.
Di tingkat kementerian, Menteri BUMN, Dahlan Iskan turut mengajak salah satu diaspora Indonesia, Dr. Danet Suryatama, lulusan Universitas Michigan, Amerika Serikat yang berprestasi di kancah internasional untuk bergabung dalam kelompok “Putra Petir”. Sebuah inisiasi untuk mengembangkan inovasi mobil listrik. Karirnya di bidang otomotif sangat cemerlang di bawah bendera Chrysler dan Mitsubishi. Danet dapat dikatakan satu dari banyak diaspora yang kembali ke Indonesia dan mengembangkan keilmuannya di dalam negeri.
Pelajaran penting
Pemberitaan mengenai Danet Suryatama dan Dahlan Iskan terkait proyek mobil listrik Tucuxi patut menjadi perhatian bagi para diaspora. Hubungan manis yang berbuah produktif berupa mobil listrik buatan lokal pun berakhir pahit dengan kecelakaan yang dialami Dahlan ketika melakukan test drive di Magetan.
Danet, seperti dikutip dari berbagai berita, sangat kecewa kepada Dahlan Iskan karena dianggap telah melanggar perjanjian dalam hal hak kekayaan intelektual mobil listrik Tuxuci ini. Mobil listrik yang diproduksi oleh Danet dan timnya di Elektrikcar, dinilai telah “dioprek” oleh pihak lain secara sengaja tanpa sepengetahuan dan izinnya.
Menurut Danet, kecelakaan yang terjadi yang diduga karena perubahan spesifikasi setelah “dioprek” sehingga Danet menyatakan tidak bertanggung jawab karena adanya perubahan spesifikasi antara mobil listrik yang diproduksi Danet dengan mobil listrik yang telah “dioprek” di tempat lain tanpa izinnya.
Bagaimana reaksi Dahlan Iskan? Seperti biasa, Dahlan tidak menanggapi serius tudingan itu dan memilih untuk terus menguji mobil mewah seharga Rp 1,5 miliar ini. Walau pada akhirnya mobil itu rusak dan tidak bisa dipakai kembali sedangkan Danet sendiri saat ini memilih untuk kembali ke Amerika Serikat.
Jika kekecewaan Danet tidak diselesaikan dengan baik, dapat berimplikasi pada menguatnya pesimisme diaspora Indonesia terhadap pemerintah Indonesia yang selama ini mereka rasakan. Benarkah pemerintah Indonesia satu suara dan all out untuk mengajak diaspora Indonesia mengembangkan potensinya di dalam negeri?
Sebenarnya ada solusi lain, yaitu inisiasi swasta untuk menggandeng diaspora ini tanpa campur tangan pemerintah. Hal ini dilakukan oleh salah satu konglomerat Indonesia, Chairul Tanjung pada saat bertemu dengan para profesional Indonesia di Silicon Valley beberapa hari setelah Kongres Diaspora di Los Angeles. Chairul menantang para profesional itu untuk menyampaikan ide-ide brilian dan jika benar berpotensi, ajakan kerja sama pun akan diberikannya.
Apapun itu, fenomena diaspora Indonesia ini sebaiknya tidak mutlak difokuskan pada kesiapan para perantau untuk mengembangkan kapasitasnya di dalam negeri saja. Tapi juga kesiapan publik Indonesia di dalam negeri dalam menerima kembali diaspora untuk pulang kampung dan beraktivitas di dalam negeri yang pastinya memiliki kultur dan budaya berbeda dengan negara tempat para diaspora beraktivitas. (Willy Sakareza)
Label:
berita,
ekonomi,
Energi Alternatif,
tokoh
09.55
Tahun 2013, 20,30% Produksi Batubara untuk Dalam Negeri
Written By Purbaya Group on Sabtu, 26 Januari 2013 | 09.55
JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber daya Mineral telah mengeluarkan Surat Keputusan No.2934 Kl30/MEM/2012Tentang Penetapan Kebutuhan Dan Persentase Minimal Penjualan Batubara Untuk Kepentingan Dalam Negeri tahun 2013. Keputusan Menteri ESDM tersebut mengamanatkan, tahun 2013 mendatang, Badan Usaha Pertambangan Batubara diwajibkan untuk memenuhi persentase minimal penjualan batubara untuk kepentingan dalam negeri sebesar 20,30%.
Prosentase untuk kebutuhan domestik tersebut diperoleh dari perkiraan produksi batubara pada tahun 2013 sebesar 366.042.287 ton, yang berasal dari, 45 perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara, 1 perusahaan Badan Usaha Milik Negara dan 28 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan batubara.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan batubara untuk kepentingan dalam negeri (end user domestic) bagi pemakai batubara tahun 2013 adalah sebesar 74.320. ton dengan rincian, 60,49 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), 0.74 juta ton untuk metalurgi dan untuk kebutuhan pupuk, semen, tekstil dan pulp sebesar 13,09 juta ton. (SF)
Prosentase untuk kebutuhan domestik tersebut diperoleh dari perkiraan produksi batubara pada tahun 2013 sebesar 366.042.287 ton, yang berasal dari, 45 perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara, 1 perusahaan Badan Usaha Milik Negara dan 28 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan batubara.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan batubara untuk kepentingan dalam negeri (end user domestic) bagi pemakai batubara tahun 2013 adalah sebesar 74.320. ton dengan rincian, 60,49 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), 0.74 juta ton untuk metalurgi dan untuk kebutuhan pupuk, semen, tekstil dan pulp sebesar 13,09 juta ton. (SF)
Label:
berita,
Energi Alternatif
15.10
Menristek terus cari energi pengganti BBM
Written By Purbaya Group on Sabtu, 10 November 2012 | 15.10
Banjarmasin (ANTARA
News) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), H. Gusti Muhammad
Hatta, menyatakan bahwa pihaknya bersama jajaran dan lembaga terkait
terus berupaya mencari alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).
"Pasalnya, BBM yang berasal dari minyak dan gas bumi Indonesia kemungkinan tinggal 20 tahun lagi akan habis," ujarnya saat silaturrahim Idul Fitri 1433 Hijriah, dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarmasin, Rabu.
Oleh sebab itu, ia mengemukakan, salah satu alternatif pengganti BBM dari minyak dan gas bumi tersebut berupa pembuatan biodiesel dengan bahan baku kelapa sawit.
Sebagai contoh, beberapa tahun lalu dibangun pabrik biodiesel di Kotabaru, kabupaten paling timur Kalsel yang memiliki sumber daya perkebunan kelapa sawit, ungkap mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) tersebut.
Namun, pria urang banua (orang Kalimantan Selatan) tersebut menyatakan, lupa kapasitas pabrik biodiesel Kotabaru itu, dan tetap berharap keberadaan pabrik tersebut dapat membantu nelayan setempat akan kebutuhan bakar mereka melaut.
Kecuali itu, ia sekaligus menyayangkan belum operasionalnya pabrik biodiesel di wilayah yang disebut "Bumi Sa-ijaan" Kotabaru tersebut, padahal proyeknya menghabiskan biaya miliaran rupiah.
Ia mengaku, belum mengetahui penyebab belum operasionalnya pabrik biodiesel di Kotabaru tersebut, apakah karena faktor teknis atau persoalan lain.
"Dalam waktu segera kita akan cari tahu penyebab pabrik beodiesel tersebut belum operasional sampai saat ini, dan akan berusaha membantu mencarikan solusi, sehingga keberadaan proyek itu tidak mubazir," demikian Gusti Muhammad Hatta.
Hatta bersama istrinya berada Banjarmasin dalam rangkaian belebaran bersama keluarga, dan mengikuti sejumlah undangan layaknya bersama IKA Unlam.
Pengurus IKA Unlam dalam kesempatan itu Ketua Pengarah IKA Unlam, H. Gusti Rusdi Effendi AR, yang juga Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, memasangkan jaket almamater warna kuning kepada Gusti Muhammad Hatta bersama Ny Violet Gusti Hatta. (*)
"Pasalnya, BBM yang berasal dari minyak dan gas bumi Indonesia kemungkinan tinggal 20 tahun lagi akan habis," ujarnya saat silaturrahim Idul Fitri 1433 Hijriah, dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarmasin, Rabu.
Oleh sebab itu, ia mengemukakan, salah satu alternatif pengganti BBM dari minyak dan gas bumi tersebut berupa pembuatan biodiesel dengan bahan baku kelapa sawit.
Sebagai contoh, beberapa tahun lalu dibangun pabrik biodiesel di Kotabaru, kabupaten paling timur Kalsel yang memiliki sumber daya perkebunan kelapa sawit, ungkap mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) tersebut.
Namun, pria urang banua (orang Kalimantan Selatan) tersebut menyatakan, lupa kapasitas pabrik biodiesel Kotabaru itu, dan tetap berharap keberadaan pabrik tersebut dapat membantu nelayan setempat akan kebutuhan bakar mereka melaut.
Kecuali itu, ia sekaligus menyayangkan belum operasionalnya pabrik biodiesel di wilayah yang disebut "Bumi Sa-ijaan" Kotabaru tersebut, padahal proyeknya menghabiskan biaya miliaran rupiah.
Ia mengaku, belum mengetahui penyebab belum operasionalnya pabrik biodiesel di Kotabaru tersebut, apakah karena faktor teknis atau persoalan lain.
"Dalam waktu segera kita akan cari tahu penyebab pabrik beodiesel tersebut belum operasional sampai saat ini, dan akan berusaha membantu mencarikan solusi, sehingga keberadaan proyek itu tidak mubazir," demikian Gusti Muhammad Hatta.
Hatta bersama istrinya berada Banjarmasin dalam rangkaian belebaran bersama keluarga, dan mengikuti sejumlah undangan layaknya bersama IKA Unlam.
Pengurus IKA Unlam dalam kesempatan itu Ketua Pengarah IKA Unlam, H. Gusti Rusdi Effendi AR, yang juga Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, memasangkan jaket almamater warna kuning kepada Gusti Muhammad Hatta bersama Ny Violet Gusti Hatta. (*)
Label:
berita,
Energi Alternatif
14.57
Undip kembangkan energi alternatif dari biji alpukat
Written By Purbaya Group on Jumat, 09 November 2012 | 14.57
Jakarta (ANTARA
News) - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang berhasil
mengembangkan sumber energi alternatif berupa biodiesel dari biji
alpukat melalui proses transesterifikasi.
"Biji alpukat yang dianggap limbah oleh masyarakat Indonesia ternyata ditangan mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip mampu dikonversi menjadi biodiesel," kata Kepala Humas Undip Agus Naryoso melalui siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Jumat.
Siaran pers itu menyebutkan, tiga mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip, yaitu Esthu Nurhikmayati, Tyas Surya dan Hana Tris, menjadi juara III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
Karya ketiga mahasiswa itu diharapkan bisa menjadi solusi kelangkaan energi yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia.
Esthu Nurhikmayati mengatakan selama ini masyarakat sering menganggap biji jarak sebagai sumber energi alternatif untuk biodiesel. Padahal, kandungan trigleserida, yang merupakan komponen utama biodiesel, biji alpukat lebih banyak dibanding biji jarak.
Pembuatan biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi, yaitu penambahan basa kuat seperti NaOH ke dalam minyak biji alpukat, katanya.
Menurut Esthu selama ini masyarakat hanya memanfaatkan alpukat dari daging buahnya saja, sementara bijinya hanya menjadi limbah. Padahal, biji buah alpukat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Esthu mengatakan dengan kandungan trigliserida yang lebih tinggi dari pada biji jarak, biji alpukat lebih bernilai ekonomis. Menurut dia, pemanfaatan biji alpukat bisa mengurangi limbah dari buah alpukat.
Pihaknya berharap gagasan ini membuat masyarakat memiliki pilihan baru terhadap bahan bakar alternatif.
Dengan penelitian itu, mereka juga berharap masyarakat dapat menggunakan bahan bakar yang dapat terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas.
"Biji alpukat yang dianggap limbah oleh masyarakat Indonesia ternyata ditangan mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip mampu dikonversi menjadi biodiesel," kata Kepala Humas Undip Agus Naryoso melalui siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Jumat.
Siaran pers itu menyebutkan, tiga mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip, yaitu Esthu Nurhikmayati, Tyas Surya dan Hana Tris, menjadi juara III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
Karya ketiga mahasiswa itu diharapkan bisa menjadi solusi kelangkaan energi yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia.
Esthu Nurhikmayati mengatakan selama ini masyarakat sering menganggap biji jarak sebagai sumber energi alternatif untuk biodiesel. Padahal, kandungan trigleserida, yang merupakan komponen utama biodiesel, biji alpukat lebih banyak dibanding biji jarak.
Pembuatan biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi, yaitu penambahan basa kuat seperti NaOH ke dalam minyak biji alpukat, katanya.
Menurut Esthu selama ini masyarakat hanya memanfaatkan alpukat dari daging buahnya saja, sementara bijinya hanya menjadi limbah. Padahal, biji buah alpukat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Esthu mengatakan dengan kandungan trigliserida yang lebih tinggi dari pada biji jarak, biji alpukat lebih bernilai ekonomis. Menurut dia, pemanfaatan biji alpukat bisa mengurangi limbah dari buah alpukat.
Pihaknya berharap gagasan ini membuat masyarakat memiliki pilihan baru terhadap bahan bakar alternatif.
Dengan penelitian itu, mereka juga berharap masyarakat dapat menggunakan bahan bakar yang dapat terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas.
Label:
berita,
Energi Alternatif
09.02
Energi Baru dan Terbarukan Kurangi Kemiskinan
Written By Purbaya Group on Rabu, 24 Oktober 2012 | 09.02
Label:
berita,
ekonomi,
Energi Alternatif
10.08
Pompa Tenaga Surya untuk Daerah Sulit Air
Written By Purbaya Group on Jumat, 19 Oktober 2012 | 10.08
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Riset dan
Teknologi (Kemenristek ) bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada
(UGM) membangun pompa bertenaga surya untuk mengangkat air tanah di
daerah pesisir selatan Kabupaten Gunung Kidul yang dikenal daerah sulit
air.
Pompa surya ini merupakan teknologi sederhana, ramah lingkungan dan biaya murah. Pompa ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaganya.
Pompa surya ini merupakan teknologi sederhana, ramah lingkungan dan biaya murah. Pompa ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaganya.
Label:
berita,
Energi Alternatif
09.42
PLTU Cirebon Diresmikan
Written By Purbaya Group on Kamis, 18 Oktober 2012 | 09.42
Label:
berita,
Energi Alternatif
09.57
First Solar dan PJB Services Bangun Tenaga Surya
Written By Purbaya Group on Selasa, 16 Oktober 2012 | 09.57
JAKARTA, KOMPAS.com — First Solar Inc dan PT
Pembangkitan Jawa Bali Services (PJB Services) menjalin kerja sama untuk
membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga surya 100 megawatt (MW)
pada Selasa (16/10/2012). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan
permintaan energi listrik di Indonesia yang meningkat.
Label:
berita,
Energi Alternatif
10.15
TEMPO.CO, Banyuwangi - PT Medco Geothermal Indonesia, anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk, tahun ini mengeksplorasi energi panas bumi di kawasan Gunung Ijen, perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan PT Medco memegang kuasa eksplorasi seluas 62.620 hektare yang meliputi dua titik, yakni di Blawan, Kabupaten Bondowoso dan kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi.
Medco Eksplorasi Panas Bumi di Gunung Ijen
Written By Purbaya Group on Jumat, 12 Oktober 2012 | 10.15
TEMPO.CO, Banyuwangi - PT Medco Geothermal Indonesia, anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk, tahun ini mengeksplorasi energi panas bumi di kawasan Gunung Ijen, perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan PT Medco memegang kuasa eksplorasi seluas 62.620 hektare yang meliputi dua titik, yakni di Blawan, Kabupaten Bondowoso dan kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi.
Label:
Energi Alternatif
10.23
Mal di Jakarta Bakal Dipasangi Panel Surya
Written By Purbaya Group on Kamis, 04 Oktober 2012 | 10.23
TEMPO.CO, Jakarta -Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Wardaya Karnika mengatakan bahwa potensi dan peran energi konvensional seperti migas dan batubara semakin menurun sehingga ketergantungan terhadap energi dari fosil harus dihindari. Karena itu, di kementerian sedang dihidupkan lagi upaya pengembangan energi alternatif.
Label:
Energi Alternatif
10.19
TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah tetap menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, sebagai cadangan energi. Targetnya, PLTN mulai dibangun pada 2016.
Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan PLTN diperlukan karena minyak Bumi 14-20 tahun lagi akan habis kalau tidak ada sumur baru. Pengeboran di laut yang lebih dalam memerlukan teknologi baru dan berbiaya mahal. "Migas sekitar 40 tahun habis. Yang bagus potensinya itu batu bara, tapi kalau dibakar jadi gas rumah kaca," katanya saat kuliah umum di Aula Barat ITB, Sabtu, 21 April 2012.
PLTN Tetap Prioritaskan Energi Nasional
Written By Purbaya Group on Rabu, 03 Oktober 2012 | 10.19
TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah tetap menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, sebagai cadangan energi. Targetnya, PLTN mulai dibangun pada 2016.
Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan PLTN diperlukan karena minyak Bumi 14-20 tahun lagi akan habis kalau tidak ada sumur baru. Pengeboran di laut yang lebih dalam memerlukan teknologi baru dan berbiaya mahal. "Migas sekitar 40 tahun habis. Yang bagus potensinya itu batu bara, tapi kalau dibakar jadi gas rumah kaca," katanya saat kuliah umum di Aula Barat ITB, Sabtu, 21 April 2012.
Label:
Energi Alternatif
10.18
Bukit Asal Kaji Pengolahan Batu Bara Jadi Gas
Written By Purbaya Group on Selasa, 02 Oktober 2012 | 10.18
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan tambang batu bara milik negara PT Bukit Asam (Persero) Tbk berencana mengolah batu bara menjadi gas. Direktur Utama Bukit Asam, Milawarrma, mengatakan gas turunan ini akan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan gas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
"Pabrik pupuk butuh gas. Nanti gasnya di-generate dari batu bara, jadi gasifikasi batu bara," kata Milawarma ketika ditemui di Pembukaan Porseni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Kantor Kementerian Energi, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2012.
Label:
Energi Alternatif
10.17
TEMPO.CO, Manila - Produsen geotermal asal Filipina, Energy Development Corp (EDC), mengincar peluang untuk mengembangkan energi panas bumi (geotermal) di Indonesia. Selain itu perseroan juga mencari peluang di Kenya dan Peru.
Direktur Utama Energy Development, Richard Tantoco, mengatakan perseroan sudah melakukan survei di Indonesia, Kenya dan Peru untuk merealisasikan rencana ekspansinya.
EDC Incar Proyek Geotermal di Indonesia
Written By Purbaya Group on Senin, 01 Oktober 2012 | 10.17
TEMPO.CO, Manila - Produsen geotermal asal Filipina, Energy Development Corp (EDC), mengincar peluang untuk mengembangkan energi panas bumi (geotermal) di Indonesia. Selain itu perseroan juga mencari peluang di Kenya dan Peru.
Direktur Utama Energy Development, Richard Tantoco, mengatakan perseroan sudah melakukan survei di Indonesia, Kenya dan Peru untuk merealisasikan rencana ekspansinya.
Label:
Energi Alternatif
12.46
Selain Nuklir, Apalagi Pilihan Energi Alternatifnya?
Written By Purbaya Group on Rabu, 26 September 2012 | 12.46
Kalo ada yang menyebut soal nuklir, apa yang otomatis timbul di benak kamu? Kalo saya, bom nuklir di Jepang.
Jepang pernah menjadi korban bom nuklir tentara Sekutu pada 6 dan 9 Agustus 1945. Tetapi kejadian ini tidak membuat pemerintah Jepang di kemudian hari enggan memanfaatkan energi nuklir. Terbukti dengan keberadaan 50 (!!) reaktor nuklir yang menyuplai kebutuhan energi untuk PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Jepang.
Label:
Energi Alternatif
13.35
JERMAN TINGGALKAN ENERGI NUKLIR TAHUN 2022
Written By Purbaya Group on Sabtu, 15 September 2012 | 13.35
Pemerintah Jerman akhirnya memutuskan akan meninggalkan pasokan listrik dari energi nuklir untuk selamanya pada 2022. Jerman kemudian akan mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi penggunaan listrik.
Keputusan Jerman itu diumumkan Menteri Lingkungan Hidup Norbert Roettgen, Senin (30/5/2011), setelah negosiasi alot antarpartai-partai koalisi berlangsung tujuh jam sepanjang malam. Keputusan ini juga diambil hanya sembilan bulan setelah pemerintahan koalisi tengah-kanan pimpinan Kanselir Angela Merkel mengumumkan akan memperpanjang masa pakai reaktor-reaktor nuklir di Jerman hingga pertengahan 2030-an.
Label:
Energi Alternatif
13.32
SPLU mobil listrik bisa dipasang di rumah
Written By Purbaya Group on Jumat, 14 September 2012 | 13.32
Label:
Energi Alternatif
13.23
Mobil Listrik?? Why NOT?!
Written By Purbaya Group on Kamis, 13 September 2012 | 13.23
Seperti pernah kita bahas sebelumnya, bahwa terdapat 8 sumber energi alternatif pengganti BBM, yang salah satunya adalah listrik.
Menindaklanjuti kenaikan minyak mentah yang terus melambung, tidak ada salahnya kita, sebagai pengguna aktif BBM, beralih haluan menjadi penikmat mobil dengan energi listrik.
Menindaklanjuti kenaikan minyak mentah yang terus melambung, tidak ada salahnya kita, sebagai pengguna aktif BBM, beralih haluan menjadi penikmat mobil dengan energi listrik.
Label:
Energi Alternatif
14.22
TENAGA SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF
Written By Purbaya Group on Selasa, 11 September 2012 | 14.22
BPPT merupakan lembaga pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan pengkajian dan penerapan teknologi, yang difokuskan ke bidang-bidang yang menjadi hajat hidup orang banyak. Sudah sejak lama pengembangan teknologi energi, khususnya energi-energi alternatif mendapat perhatian besar dari BPPT. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar, dalam suatu wawancara dengan majalah Energy and Mining, Jakarta (2/6).
Besarnya potensi sumberdaya energi di Indonesia, membuat BPPT menaruh perhatian besar dalam pengkajian dan penerapan teknologi energi. Hal itu bertujuan‚ untuk menjamin pemenuhan energi secara nasional, tidak dengan mengandalkan import, tetapi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya energi yang ada di Indonesia. Secara rutin BPPT terus memperbaharui data dan melakukan berbagai analisis, yang menghasilkan prediksi-prediksi baru mengenai bagaimana kebutuhan, dan permasalahan energi yang ada di Indonesia. Prediksi itulah yang kemudian disampaikan kepada instansi terkait, dan juga pihak industri, kita susun standar, dan bersama lembaga terkait disusun regulasinya, ungkap Kepala BPPT.
Label:
Energi Alternatif
Diberdayakan oleh Blogger.


