NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah naik ke level tertinggi lebih dari dua bulan menyusul menguatnya Indeks Standard&Poor's 500 dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September naik 1,47 dollar AS menjadi 93,67 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange, Selasa waktu setempat atau Rabu (8/8/2012). Itu harga penetapan tertinggi sejak 15 Mei 2012.
Harga minyak Brent untuk penetapan September naik sebesar 2,45 dollar AS, atau 2,2 persen, menjadi 112 dollar AS di ICE Futures Europe exchange, London. Kenaikan harga minyak seiring dengan indeks S&P 500 yang mencapai titik tertinggi dalam tiga minggu.
Indeks naik 0,5 persen. Kenaikan dipimpin oleh saham komoditas dan industri. Indeks S&P GSCI dari 24 komoditas mentah meningkat 1,1 persen. Indeks melaju karena adanya spekulasi bahwa bank sentral akan berusaha lebih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ketegangan di Timur Tengah yang meningkat juga menjadi salah satu pendorong melajunya harga minyak. Kondisi di Suriah semakin tidak baik menyusul pembelotan yang dilakukan Perdana Menteri Suriah yang lama Riad Hijab ke kubu oposisi.
"Ekuitas meningkat dan dollar AS melemah. Kami juga mendapatkan dukungan dari risiko geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," sebut analis dan pialang Tradition Energy Gene McGillian, di Connecticut.
