Jakarta - Untuk menjaga stok aman hingga 17 hari ke depan, PT Pertamina (Persero) menyiapkan 1,5 juta barel bensin premium impor.
Senior Vice President Fuel Marketing dan Distribusi Pertamina Suhartoko mengatakan, tambahan impor premium ini untuk mengamankan arus mudik lebaran.
"Sebanyak 1,5 juta barel premium atau sebanyak 250.000 kiloliter tersebut tidak termasuk dengan impor normal yang dilakukan Pertamina. Ini untuk menjaga agar stok nasional selama 17 hari bisa terjaga," kata Suhartoko ketika di Pelepasan Mudik Berkah Gratis oleh Pertamina, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Dikatakan Suhartoko, dari 1,5 juta barel premium impor tersebut, sebanyak 900.000 barel sudah ada di depot-depot Pertamina, dan tambahan 600.000 barel lagi akan dikirim pada Agustus 2012 nanti.
"Sebanyak 900.000 barel sudah kita impor, dan 600.000 barel lagi akan kita impor pada Agustus," ujar Suhartoko.
Terkait arus mudik yang puncaknya terjadi pada besok, Pertamina mengaku khawatir dengan kepadatan kendaraan pada jalur-jalur mudik.
"Kami khawatir pada saat arus mudik nanti yang mencapai puncaknya, di mana kemacetan sering terjadi khususnya di Jalur Pantura. Jika macet, truk-truk BBM akan kesulitan untuk mendistribusikan BBM ke SPBU," ujarnya.
Namun untuk menantisipasi hal tersebut Pertamina telah menyiagakan sebanyak 53 kantong BBM atau SPBU Mobile di titik-titik jalur pemudik.
"Nantinya jika SPBU membutuhkan pasokan, kantong SPBU terdekat akan segera mendistribusikan BBM secepatnya," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pertamina juga melakukan pelepasan sebanyak 3.200 pemudik sebagai salah satu rangkaian program Bareng-Bareng Mudik Pertamina 2012, yang merupakan wujud apresiasi perusahaan kepada mekanik bengkel, petugas elpiji, petugas SPBU, dan pekerja Unit Pelumas Pertamina Jakarta.
Mudik Berkah tahun ini memberangkatkan sebanyak 3.200 orang yang menggunakan 63 bis dengan tujuan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan JawaTimur. Jumlah pemudik tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sekitar 2.200 orang dengan menggunakan 55 bus.