Home » » Pertumbuhan Ekspor China Melambat, Harga Minyak Turun

Pertumbuhan Ekspor China Melambat, Harga Minyak Turun

Written By Purbaya Group on Sabtu, 11 Agustus 2012 | 10.42

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah turun seiring dengan pertumbuhan ekspor China yang melambat. International Energy Agency (IEA) pun memangkas prediksi permintaan minyak karena adanya tanda pemulihan ekonomi dunia juga melambat. 

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran September turun 49 sen menjadi 92,87 dollar AS per barel, di New York Mercantile Exchange, pada Jumat waktu setempat atau Sabtu (11/8/2012) pagi. Harga minyak Brent untuk penetapan September merosot 27 sen menjadi 112,95 dollar AS per barel, di ICE Futures Europe exchange, London. 
Di China, Biro Kepabeanan setempat melaporkan pengiriman barang keluar hanya meningkat 1 persen secara tahunan pada bulan Juli. Padahal pengiriman bisa tumbuh 11 persen secara tahunan pada Juni. Angka pada Juli adalah pertumbuhan ekspor terburuk sejak tahun 2009.

Sementara itu, IEA menurunkan estimasinya terhadap konsumsi minyak dunia sebesar 250.000 barel per hari menjadi 89,6 juta barel pada tahun 2012.

"Ada harapan bahwa kita mungkin akan melihat beberapa pertumbuhan permintaan yang layak di China tapi itu terlihat kurang dan cenderung kurang," sebut Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic Research, di Winchester, Massachusetts.

"Penurunan prediksi konsumsi minyak oleh IEA adalah sebuah konfirmasi dari ketakutan masyarakat bahwa permintaan akan melemah," tambah Lynch.

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Purbaya Group - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger