JAKARTA, KOMPAS.com — Car free night yang
digagas Gubernur DKI Joko Widodo Jakarta akan memberikan suasana berbeda
bagi warga Jakarta saat menghabiskan malam pergantian tahun. Program
ini juga merupakan kado tahun baru dari Jokowi untuk warganya.
Saat car free night,
Jokowi juga akan menggelar Jakarta Night Festival yang akan dimulai
dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Jalan sepanjang Bundaran
Senayan hingga perempatan Harmoni akan ditutup. Acara dipusatkan di
Bundaran HI.
"Dari hasil rapat tadi, Gubernur mau memberi kado ke
masyarakat Jakarta pada saat malam tahun baru dengan menyelenggarakan
hiburan dengan 16 panggung yang tersebar," kata Kepala Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan DKI Arie Budhiman, di Balaikota Jakarta, Jumat
(28/12/2012).
Panggung-panggung tersebut akan menyajikan banyak hiburan yang diperkirakan dapat menarik perhatian warga Jakarta.
"Kontennya
macam-macam, ada musik, mulai dari keroncong, pop, jazz, bahkan ada
musik melayu, gambus. Terus nanti ada yang menarik nih wayang kulit
Betawi di salah satu panggung itu," kata Arie.
Jakarta Night
Festival ini, kata Arie, tidak terlalu memakan biaya yang banyak dan
tidak ada anggaran khusus untuk hal tersebut. Sebab, ada partisipasi
dari sponsor dan komunitas.
"Kan kita hiburan rakyat saja. Pada prinsipnya, Gubernur ingin ada sesuatu yang baru di Jakarta dan juga event ini bisa jadi event reguler yang semakin baik nanti dengan persiapan yang sudah jelas," kata Arie.
Pengisi
acara dalam Jakarta Night Festival, kata dia, mencapai 3.000 orang,
termasuk dari para komunitas yang memiliki mitra dengan Pemprov DKI,
tidak hanya budaya Betawi, tetapi juga budaya dari seluruh Indonesia.
Arie pun mengharapkan pergelaran Jakarta Night Festival menjadi acara
rutin tahunan dan semakin banyak yang berpartisipasi.
"Mudah-mudahan
makin lama makin bagus, makin banyak komunitas yang berpartisipasi. Ini
Insya Allah rutin, jadi tradisi baru," ujarnya.
Pada segmen
kedua, akan diselenggarakan karnaval yang diramaikan oleh
komunitas-komunitas sekitar seribu orang. Komunitas itu antara lain
komunitas sepeda, pelajar, seni budaya, dan sanggar-sanggar kesenian
dari daerah-daerah. Komunitas-komunitas tersebut akan meluncur dari
Balaikota menuju ke Bundaran HI sebagai tempat acara utama.
"Gubernur bilang harus beda, Jakarta harus beda. Pokoknya ada surprise happening art waktu countdown. Tahun ini dahsyatlah," kata Arie.